Sabtu, 21 Juni 2014


TUGAS 3
AKUNTANSI INTERNASIONAL
1.      Sejauh mana adopsi IFRS telah diterapkan dalam laporan keuangan di Indonesia ?
Indonesia merupakan bagian dari IFAC (International Federation of Accountant) yang harus mengikuti peraturan dari SMO (Statement Membership Obligation), dimana salah satu peraturannya adalah menggunakan IFRS sebagai standar akuntansi.
Lembaga profesi akuntansi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa Indonesia melakukan adopsi penuh IFRS pada tanggal 1 Januari 2012. Tindakan ini dilakukan guna meningkatkan kualitas dari hasil laporan keuangan sehingga akurat dan mudah digunakan oleh penyusun, auditor, maupun pembaca. Indonesia melakukan adopsi terahadap IFRS (international Financial Reporting Standards) melalui 3 tahapan, yaitu:
·         Tahapan Adopsi (2008 – 2011), Meliputi aktivitas dimana seluruh elemen yang terdapat didalam IFRS diadopsi ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, dan evaluasi terhadap PSAK yang berlaku.
·         Tahap persiapan akhir (2011), dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap persiapan infrastruktur yang diperlukan. Selanjutnya, dilakukan penerapan secara bertahap beberapa PSAK yang berbasis IFRS.
·         Tahap Implementasi (2012), berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK ke IFRS secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Sumber : Tampubolon, M.S., 2012, “Alasan perlunya Konvergensi ke IFRS”
2.      Bagaimanakah sifat adopsi yang telah dilakukan, apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi) ?
Lembaga profesi akuntansi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa Indonesia melakukan adopsi penuh IFRS pada 1 Januari 2012. Terdapat dua macam strategi adopsi, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara -negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Baskerville (2010) dalam Utami, et al. (2012)  mengungkapkan bahwa konvergensi dapat berarti harmonisasi atau standardisasi, namun harmonisasi dalam konteks akuntansi dipandang sebagai suatu proses meningkatkan kesesuaian praktik akuntansi dengan menetapkan batas tingkat keberagaman. Jika dikaitkan dengan IFRS maka konvergensi dapat diartikan sebagai proses menyesuaikan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terhadap IFRS.
Sumber : Utami, et. al., 2012, ”Investigasi dalam Konvergensi IFRS di Indonesia: Tingkat Kepatuhan      Pengungkapan Wajib dan Kaitannya dengan Mekanisme Corporate Governance”, Simposium Nasional Akuntansi 15, Banjarmasin. Dalam (elraihany.wordpress.com)
3.      Manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi khusunya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya.
Manfaat dari penerapan IFRS secara umum diantaranya adalah:
·         Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan standar akuntansi keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability)
·         Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi
·         Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global
·         Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
·         Meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan cara mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management
Manfaat dari penerapan IFRS dalam bisnis di Indonesia, yaitu:
·         Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global
·         Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar
·         Kinerja keuangan (Lap.labarugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harga fluktuatif
·         Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunaan balance sheet approach dan fair value
Sumber : (http://www.academia.edu)
4.      Buatlah daftar perusahaan – perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia !
·         Perusahaan TELKOM
·         Perusahaan JASA MARGA
·         Perusahaan PERTAMINA
·         Perusahaan ASTRA
·         Perusahaan Tbk yang terdaftar di BEJ (Bursa Efek Jakarta), hampir seluruhnya wajib menggunakan IFRS.
5.      Sajikan Profile Perusahaan – Perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia !
·         Perusahaan TELKOM Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Visi perusahaan ini adalah Menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan TIME dikawasan regional, Misi perusahaan ini adalah Menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif, menjadi modal pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.
·         Perusahaan PERTAMINA Indonesia merupakan perusahaan perminyakan,gas,energi. Visi perusahaan ini adalah menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia, Misi perusahaan ini adalah menjalankan usaha minyak, gas, serta energy baru dan terbarukan secara terintegrasi berdasarkan prinsi-prinsip komersial yang kuat.
·         Perusahaan JASA MARGA Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang transportasi. Visi perusahaan ini adalah menjadi perusahaan pengembang dan operator jalan tol terkemuka di Indonesia, Misi perusahaan ini adalah mewujudkan percepatan pembangunan jalan tol, menyediakan jalan tol yang efisien dan handal, meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa.

Minggu, 27 April 2014

AKUNTANSI INTERNASIONAL

  • Sejarah dan Perkembangan Akuntandi di Indonesia
Praktik akuntansi di Indonesia dapat ditelusur pada era penjajahan Belanda sekitar 17 (ADB 2003) atau sekitar tahun 1642 (Soemarso 1995). Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi di Indonesia dapat ditemui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Sociteyt yang berkedudukan di Jakarta (Soemarso 1995). Pada era ini Belanda mengenalkan sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping) sebagaimana yang dikembangkan oleh Luca Pacioli. Perusahaan VOC milik Belanda-yang merupakan organisasi komersial utama selama masa penjajahan-memainkan peranan penting dalam praktik bisnis di Indonesia selama era ini (Diga dan Yunus 1997).
Kegiatan ekonomi pada masa penjajahan meningkat cepat selama tahun 1800an dan awal tahun 1900an. Hal ini ditandai dengan dihapuskannya tanam paksa sehingga pengusaha Belanda banyak yang menanmkan modalnya di Indonesia. Peningkatan kegiatan ekonomi mendorong munculnya permintaan akan tenaga akuntan dan juru buku yang terlatih. Akibatnya, fungsi auditing mulai dikenalkan di Indonesia pada tahun 1907 (Soemarso 1995). Peluang terhadap kebutuhan audit ini akhirnya diambil oleh akuntan Belanda dan Inggris yang masuk ke Indonesia untuk membantu kegiatan administrasi di perusahaan tekstil dan perusahaan manufaktur (Yunus 1990). Internal auditor yang pertama kali datang di Indonesia adalah  J.W Labrijn-yang sudah berada di Indonesia pada tahun 1896 dan orang pertama yang melaksanakan pekerjaan audit (menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan) adalah Van Schagen yang dikirim ke Indonesia pada tahun 1907 (Soemarso 1995).
Pengiriman Van Schagen merupakan titik tolak berdirinya Jawatan Akuntan Negara-Government Accountant Dienst yang terbentuk pada tahun 1915 (Soermarso 1995). Akuntan publik yang pertama adalah Frese & Hogeweg yang mendirikan kantor  di Indonesia pada tahun 1918. Pendirian kantor ini diikuti kantor akuntan yang lain yaitu kantor akuntan H.Y.Voerens pada tahun 1920 dan pendirian Jawatan Akuntan Pajak-Belasting Accountant Dienst (Soemarso 1995). Pada era penjajahan, tidak ada orang Indonesia yang bekerja sebagai akuntan publik. Orang Indonesa pertama yang bekerja di bidang akuntansi adalah JD Massie, yang diangkat sebagai pemegang buku pada Jawatan Akuntan Pajak pada tanggal 21 September 1929 (Soemarso 1995).
Kesempatan bagi akuntan lokal (Indonesia) mulai muncul pada tahun 1942-1945, dengan mundurnya Belanda dari Indonesia. Pada tahun 1947 hanya ada satu orang akuntan yang berbangsa Indonesia yaitu Prof. Dr. Abutari (Soermarso 1995). Praktik akuntansi model Belanda masih digunakan selama era setelah kemerdekaan (1950an). Pendidikan dan pelatihan akuntansi masih didominasi oleh sistem akuntansi model Belanda. Nasionalisasi atas perusahaan yang dimiliki Belanda dan pindahnya orang orang Belanda dari Indonesia pada tahun 1958 menyebabkan kelangkaan akuntan dan tenaga ahli (Diga dan Yunus 1997).
Atas dasar nasionalisasi dan kelangkaan akuntan, Indonesia pada akhirnya berpaling ke praktik akuntansi model Amerika. Namun demikian, pada era ini praktik akuntansi model Amerika mampu berbaur dengan akuntansi model Belanda, terutama yang terjadi di lembaga pemerintah. Makin meningkatnya jumlah institusi pendidikan tinggi yang menawarkan pendidikan akuntansi-seperti pembukaan jurusan akuntansi di Universitas Indonesia 1952, Institute Ilmu Keuangan (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara-STAN) 1990, Univesitas Padjajaran 1961, Universitas Sumatera Utara 1962, Universitas Airlangga 1962 dan Universitas Gadjah Mada 1964 (Soermarso 1995)-telah mendorong pergantian praktik akuntansi model Belanda dengan model Amerika pada tahun 1960 (ADB 2003). Selanjutnya, pada tahun 1970 semua lembaga harus mengadopsi sistem akuntansi model Amerika (Diga dan Yunus 1997).
Pada pertengahan tahun 1980an, sekelompok tehnokrat muncul dan memiliki kepedulian terhadap reformasi ekonomi dan akuntansi. Kelompok tersebut berusaha untuk menciptakan ekonomi yang lebih kompetitif dan lebih berorientasi pada pasar-dengan dukungan praktik akuntansi yang baik. Kebijakan kelompok tersebut memperoleh dukungan yang kuat dari investor asing dan ­lembaga-lembaga internasional (Rosser 1999). Sebelum perbaikan pasar modal dan pengenalan reformasi akuntansi tahun 1980an dan awal 1990an, dalam praktik banyak ditemui perusahaan yang memiliki tiga jenis pembukuan-satu untuk menunjukkan gambaran sebenarnya dari perusahaan dan untuk dasar pengambilan keputusan; satu untuk menunjukkan hasil yang positif dengan maksud agar dapat digunakan untuk mengajukan pinjaman/kredit dari bank domestik dan asing; dan satu lagi yang menjukkan hasil negatif (rugi) untuk tujuan pajak (Kwik 1994).
Pada awal tahun 1990an, tekanan untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan muncul seiring dengan terjadinya berbagai skandal pelaporan keuangan yang dapat mempengaruhi kepercayaan dan perilaku investor. Skandal pertama adalah kasus Bank Duta (bank swasta yang dimiliki oleh tiga yayasan yang dikendalikan presiden Suharto). Bank Duta go public pada tahun 1990 tetapi gagal mengungkapkan kerugian yang jumlah besar (ADB 2003). Bank Duta juga tidak menginformasi semua informasi kepada Bapepam, auditornya atau underwriternya tentang masalah tersebut. Celakanya, auditor Bank Duta mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian. Kasus ini diikuti oleh kasus Plaza Indonesia Realty (pertengahan 1992) dan Barito Pacific Timber (1993). Rosser (1999) mengatakan bahwa bagi pemerintah Indonesia, kualitas pelaporan keuangan harus diperbaiki jika memang pemerintah menginginkan adanya transformasi pasar modal dari model “casino” menjadi model yang dapat memobilisasi aliran investasi jangka panjang.
Berbagai skandal tersebut telah mendorong pemerintah dan badan berwenang untuk mengeluarkan kebijakan regulasi yang ketat berkaitan dengan pelaporan keuangan. Pertama, pada September 1994, pemerintah melalui IAI mengadopsi seperangkat standar akuntansi keuangan, yang dikenal dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Kedua, Pemerintah bekerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) melaksanakan Proyek Pengembangan Akuntansi yang ditujukan untuk mengembangkan regulasi akuntansi dan melatih profesi akuntansi. Ketiga, pada tahun 1995, pemerintah membuat berbagai aturan berkaitan dengan akuntansi dalam Undang Undang Perseroan Terbatas. Keempat, pada tahun 1995 pemerintah memasukkan aspek akuntansi/pelaporan keuangan kedalam Undang-Undang Pasar Modal (Rosser 1999).
Jatuhnya nilai rupiah pada tahun 1997-1998 makin meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan. Sampai awal 1998, kebangkrutan konglomarat, collapsenya sistem perbankan, meningkatnya inflasi dan pengangguran memaksa pemerintah bekerja sama dengan IMF dan melakukan negosiasi atas berbagaai paket penyelamat yang ditawarkan IMF. Pada waktu ini, kesalahan secara tidak langsung diarahkan pada buruknya praktik akuntansi dan rendahnya kualitas keterbukaan informasi (transparency). Berikut ini tabel ringkasan perkembangan akuntansi di Indonesia :
tabel11.jpg
 sumber : Staff.undip.ac.id/akuntansi/anis/2011/03/21
  • Sejarah Akuntansi di Dunia (Internasional)
 Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaranpe mbukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon2. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo- Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat. Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon). Beberapa waktu yang lalu, akuntansi memperlihatkan kemampuannya untuk menarik perhatian publik melalui akuntansi dan pengukuran sumber daya manusia, pelaporan dan audit atas tanggungjawab sosial berbagai organisasi. Saat ini akuntansi beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional.
Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus lingkungan.
Menurut Choi dan Muller (1998; 1) bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu (1) faktor lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. Ketiga faktor tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi dari ”theorizing” ke “conceptualizing. Akuntansi internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.
Akuntansi Dan Bisnis Internasional
Beberapa waktu yang lalu, akuntansi memperlihatkan kemampuannya untuk menarik perhatian publik melalui akuntansi dan pengukuran sumber daya manusia, pelaporan dan audit atas tanggungjawab sosial berbagai organisasi. Saat ini akuntansi beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan Internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas ke dalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus lingkungan. Menurut Choi dan Muller, ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu (1) faktor lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari profesi akuntansi. Ketiga faktor tersebut dalam perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan dan menentukan arah dari teori akuntansi yang selama bertahun-tahun dan dekade banyak para ahli mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan ternyata mengalami kegagalan dan hal tersebut menyebabkan terjadinya evolusi dari “theorizing” ke “conceptualizing”.
Sejarah dan Perkembangan Akuntansi Internsional
Awalnya, akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi moderen dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Lucas Pacioli (th 1447).
Lucas Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Pacioli-lah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Pacioli namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya. Hal ini diakui sendiri oleh Pacioli: “Pacioli did not claim that his ideas were original, just that he was the one who was trying to organize and publish them. He objective was to publish a popular book that could be used by all, following the influence of the venetian businessmen rather than bankers”. Praktek bisnis dengan metode Venezia yang menjadi acuan Pacioli menulis buku tersebut telah menjadi metode yang diadopsi tidak hanya di Italia namun hampir disemua negara Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Inggris.
Pacioli memperkenalkan tiga catatan penting yang harus dilakukan:
1. Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
2. Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
3. Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system. Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.
“Pembukuan ala Italia” kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun 1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia.
Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat.
Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.
Ada 8 delapan faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional:
1. Sumber pendanaan. Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.
2. Sistem Hukum. Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.
3. Perpajakan. Di kebanyakan negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi. Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi.Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7. Tingkat Pendidikan. Standar praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
8. Budaya. Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede adalah individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, dan maskulinitas.
sumber : masyari91.wordprass.com/2012/03/16
  • Organisasi Pembuat Standar Akuntansi dan Audit Internasional
  1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
  2. Uni Eropa (Europen-Union)
  3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal/ Internasional Organization of Securities Commissions (IOSCO)
  4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
  5. Kelompok Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Dalam Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (ISAR)
  6. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Sabtu, 12 April 2014

SEJARAH JOHANNESBURG STOCK EXCHANGE
 Penemuan emas di Witwatersrand pada tahun 1886 menyebabkan banyak pertambangan yang dibuka, hal ini mengakibatkan kenaikan jumlah transaksi finasnsial yang mendorong munculnya bursa efek di daerah ini. Johannesburg Exchange & Chamber ini didirikan oleh seorang pengusaha London yang bernama Benjamin Minors Woollan yang bertempat disudut Commissioner dan Simmonds Streets. Bursa Efek Johannesburg lahir pada 8 November 1887. Pada tahun 1890 bursa efek dirasa terlalu kecil jadi dibangun kambali. Pada tahun 1903 , gedung baru dibangun untuk Bursa efek Johannesburg yang terletak di Hollard Street. Bursa efek Johannesburg adalah sebuah bangunan bertingkat yang mengambil blok seluruh kota yang dibatasi oleh Fox dan Main , Hollard dan Sauer Streets . Setelah Perang Dunia II, menjadi jelas bahwa bangunan ini sangat baik dan memadai lalu pada tahun 1947 diputuskan untuk membangun kembali bursa saham. Butuh waktu 11 tahun sebelum pembangunan dimulai dan pada bulan Februari 1961 pertukaran kedua di Hollard Street resmi dibuka. Tahun 1963, Bursa efek Johannesburg menjadi anggota Federasi Internasional Bursa-bursa de Valeurs ( FIBV ). Pada tahun 1978 lokasi Bursa efek Johannesberg berada di 17 Diagonal Street dekat Kerk Street, Johannesburg. Pada 1993 melihat Bursa efek Johannesburg telah menjadi anggota aktif dari Bursa Efek African Association. Setelah 108 tahun sistem perdagangan diubah menjadi sistem elektronik pada tanggal 7 Juni 1996. Pada bulan September 2000, Bursa efek Johannesburg pindah ke lokasinya yang sekarang di Sandton , Gauteng dan meresmikan namanya sebagai Johannesburg Securities Exchange. 

Analisi perbedaan Laporan Keuangan Negara Africa Selatan dengan Negara Indonesia.

1. Perusahaan Dagang 
  • Link Annual Report East African Breweries Limited 2012
  • Link Laporan keuangan Alfamart 2012

 2. Perusahaan Jasa
  • Link untuk Annual Report Capitec Bank 2012
  • link untuk Laporan Keuangan Bank Mandiri 2012

 
3. Perusahaan Manufaktur
  • Link Annual Report Austro Group Limited 2012
  • Link Annual Report Goodyear Indonesia Tbk

Minggu, 19 Januari 2014

JIKA SAYA MENJADI (ETIKA KONSULTAN PAJAK)

JIKA SAYA MENJADI KONSULTAN PAJAK DAN KODE ETIK APA YANG HARUS DITERAPKAN AGAR DAPAT MENJADI KONSULTAN YANG BAIK. Profesi Konsultan Pajak adalah profesi yang dijalankan oleh professional yang memberikan jasa professional kepada wajib pajak. Konsultan pajak adalah orang yang dalam lingkungan pekerjaannya secara bebas memberikan jasa profesional kepada wajib pajak dalam melaksanakan jasa. Alasan Mengapa konsultan pajak amat sangat dibutuhkan oleh kalangan dunia usaha, 2 alasan utama adalah: 1.Konsultan Pajak diamsumsikan dapat membantu perusahaan terhindar dari masalah perpajakan, terhindar dari pusingnya menghadapi keruwetan birokrasi dalam memenuhi kewajiban perpajakan. 2.Konsultan pajak yang diasumsikan dekat dengan pejabat Direktorat Jendral Perpajakan yang dapat membantu perusahaan untuk menghindari pemeriksaan, mengecilkan biaya pajak, menghindari denda atau bunga pajak, dan membantu memperlancar proses pengembalian lebih bayar dan restitusi (refund) pajak. Karena banyaknya spekulasi yang bermunculan dalam masyarakat tentang seorang konsultan pajak baik itu dari segi postif dan segi negatifnya. Disini saya membayangkan dan berasumsi Jika saya menjadi seorang Konsultan pajak saya akan menerapkan Etika-Etika yang berlaku sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawab saya sebagai seorang konsultan pajak, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus saya jadikan panutan agar dapat menjadi seorang konsultan yang sukses baik bagi diri saya sendiri dan bagi lingkungan disekitar saya. Berikut ini adalah Etika-Etika yang harus saya jadikan acuan agar dapat menjadi konsultan pajak yang baik dan sukses : FISIK Agar dapat menjaga kualitas lingkungan agar tetap terjaga maka dari itu saya sebagai konsultan pajak akan menerapkan cara pengisian SPT perusahaan atau pun SPT orang pribadi dengan sisten Terkomputerisasi dan Online jadi tidak perlu menggunakan kertas dan akan mengurangi penebangan hujan dan akan berdampak pada udara,air yang sangat dipengaruhi oleh hutan. Selain itu saya juga akan membuka metode konsultasi via web sehingga mempermudah para konsumen jasa konsultasi tanpa harus bertatap muka selain itu saya juga memberikan pembelajaran pengisian SPT secara online atau menggunakan metode PPT yang menarik apalagi dengan kecanggihan dan modernisasi global pada zaman sekarang sudah banyak orang dapat mengakses internet secara mudah seperti menggunakan HP Android dan lain sebagainya. Dan apa bila hal ini dapat terelasisasi maka akan dapat membantu mengurangi penggundulan hutan dan dapat membantu mengurangi pemanasan global. MORAL Dalam menjalankan tugas sebagai konsultan pajak saya akan menerapkan keadilan dan kesetaraan dalam menjalankan tugas dalam artian seperti yang tercantum dalam Etika IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) tentang kejujuran yaitu dalam manjalankan tugas asset yang sangat berharga bagi kegiatan bisnis adalah kejujuran. Kepercayaan yang dibangun diatas dasar prinsip kejujuran merupakan modal dasar bagi kelangsungan dan keberhasilan bisnis yang berhasil dan juga tahan lama. Selain itu sebagai seorang konsultan pajak saya tidak membeda-bedakan konsultan yang menggunakan jasa saya, saya akan mengungkapkan hasil perhitungan yang telah saya selesaikan sejujur-jujurnya tanpa ada ketimpangan sedikitpun baik itu ketimpanga karna ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan sepihak. Saya juga tidak membeda-bedakan setiap konsultan yang menggunakan jasa saya baik itu hanya keryawan biasa ataupun pejabat dalam sebuah perusahaan sekalipun. PENILAIAN YANG BURUK Kesalahan Operasi : Agar dapat menghindari kesalahan-kesalah dalam menjalankan tugas sebagai seorang konsultan pajak oleh karena itu dalam melaksanakan kewajiban dengan penuh kehati-hatian dan mempunyai kewajiban mempertahankan pengetahuan dan keterampilan karena pajak selalu berubah mengikuti peraturan perpajakan yang ada di Indonesia. Konpensasi eksekutif : Dalam melaksanakan tugas sebagai seorang akuntan sangatlah tidak diperbolehkan dalam melakukan konpensasi eksekutif kepada pihak-pihak yang mengingikan keuntungan. Dalam pasal 8 Kode Etik IKPI, konsultan pajak Indonesia dilarang : •Menerima setiap ajakan dari pihak manapun untuk melakukan tindakan yang diketahui atau patut diketahui melanggar peraturan perundang-undangan perpajakan. AKTIVITAS PEMANGKU KEPENTINGAN Konsumen : Dalam melaksanan tugasnya konsultan pajak memiliki kode Etik IKPI mengenai hubungan dengan wajib pajak yaitu : Kode etik IKPI pasal 7, konsultan pajak Indonesia wajib: •Menjunjung tinggi integritas, martabat dan kehormatannya ; bersikap jujur dan berterus terang tanpa mengorbankan rahasia penerima jasa. Dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak boleh menerma kecurangan atau mengorbankan prinsip. EKONOMI Tekanan untuk bertahan hidup : Pada saat sekarang ini di Indonesia sudah mulai banyak orang yang menjadi konsultan pajak walaupun untuk manjadi seorang konsultan pajak tidak mudah karena harus memiliki fungsi tax consulting, tax settlement, tax mediation, attorney at tax low dan agent of tax awareness. Karena banyaknya konsultan yang berkualitas sekarang ini oleh sebab itu agar dapat bertahan harus mengikutin kaidah-kaidah yang terdapat dalam IKPI (ikatan Konsultan Pajak Indonesia) agar tetep dipercaya oleh masyarakat. Tekanan untuk memalsukan : Agar tetap dipercaya oleh masyarakat dilarang keras untuk melakukan kecurangan-kecurangan dalam penilaian, apabila terjadi kecurangan seperti memalsukan seorang konsultan pajak telah melanggar undang-undang IKPI oleh sebab itu Seorang konsultan pajak kehilangan transparansinya. PERSAINGAN Tekanan Global :Dalam menghadapi persaingan global sebagai seorang Konsultan pajak, saya akan memperluas wawasan saya mengenai pajak tidak hanya menambah wawasan perpajakan yang ada di Indonesia namun juga pajak internasional guna menghadapi tekanan global yang ada di masa sekarang ini. Seperti ikut dalam kegiatan sharing ilmu perpajakan dengan konsultan pajak internasional dan mengikuti seminar-seminar Perpajakan Internasional. PENYIMPANGAN KEUANGAN Instruksi presiden nomer 1 tahun 2011 atau Inpres 1/2011 tentang penegakan hukum atas penyimpangan seorang Konsultan pajak, Agar terhindar dari skandal-skandal yang mengakibatkan kecurangan, apabila saya menjadi seorang konsultan pajak akan tetap mempertahankan transparasi saya dan tetap bersifat professional, bermartabat dan memiliki integritas tinggi, jujur dalam mengungkap penilaian. AKUNTABILITAS Saya akan menjadi konsultan pajak yang menjujung tinggi transparansi dalam menjalankan tugas sebagai seorang konsultan tidak memilihak pada wajib pajak dan mengungkap kesungguhan laporan penilaian yang telah saya kerjakan, melaksanakan tugas dengan sebenar-benarnya tanpa mendahulukan kepentingan pribadi saya. PENGUATAN HUKUM KELEMBAGAAN Apabila saya menjadi seorang Konsultan Pajak saya akan menerapkan semua Kode Etik yang ada pada IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) dan berharap dapat memberikan jasa yang terbaik bagi wajib pajak yang menggunakan Jasa konsultan saya. Sumber : •http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCUQFjAA&url=http%3A%2F%2Fstudentjournal.petra.ac.id%2Findex.php%2Fakuntansi-pajak%2Farticle%2Fdownload%2F442%2F381&ei=92DXUtyXK4e1iQec0IBQ&usg=AFQjCNHDQvHLdcYSJifGvEtFrf4tWZ5axg&bvm=bv.59568121,d.aGc, •http://www.pajak.go.id/content/news/konsultan-pajak-harus-berkontribusi-meningkatkan-kepatuhan-wajib-pajak, •http://www.ukp.go.id/siaran-pers/83-pelaksanaan-inpres-12011-on-track-dengan-catatan,

ENRON

Transaksi Enron yang Dipertanyakan Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat. Sebelum bangkrutnya pada akhir 2001, Enron mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi. Enron mengaku penghasilannya pada tahun 2000 berjumah $101 miliar. Transaksi Chewco Enron mengadakan proyek yang dinamakan Chewco, Chewco tidak bisa menarik investor luar sehingga Enron mensiasati dengan cara memutar dana yang ada di perusahaan dan anak perusahaan. Enron tidak mengeluarkan modal, sekalipun mengeluarkan modal tetapi kurang dari 3 persen, dan itu tidak sesuai dengan pengaturan keuangan yang seharusnya 3 persen. Chewco pada bulan November 1997 dibuatkan struktur modal baru oleh Enron dan Kopper, tetapi pda proyek ini pula Enron tidak juga mendapatkan investor luar. Enron tetap kembali kepada sistem awal yaitu memutar dana yang ada di perusahaan. Tahun 2001 kasus Enron mulai terbongkar di depan umum dan Dewan Direksi memulai penyelidikan sehingga membawa pada pengajuan kebangkrutan. Kemitraan LJM dan Raptor: LJM1 Enron menerima usulan Fastow untuk menjadi pengelola tunggal dalam LJM1 yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari investor luar agar dapat digunakan untuk melindungi kemungkinan hilangnya nilai pasar investasi Enron di Rhythms NetConnections, Inc. LJM1 menandatangani tiga transaksi dengan Enron (1) Upaya lindung nilai posisi Enron dalam Rhythms (2) Pembelian sebagian kepemilikan Enron dalam proyek pembangkit listrik Brasil, dan (3) Pembelian sertifikat dari suatu SPE. LJM1 tidak mendapatkan investor dari luar. Investasi Enron di Rhythms dari nilai $10 juta dalam 2 tahun meningkat menjadi $300 juta. Dan Enron mencatat dalam laporan L/R. Dan pengakuan Enron terhadap kenaikan nilai sahamnya sendiri merupakan pengakuan yang biasanya tidak diizinkan oleh GAAP. Kemitraan LJM dan Raptor: LJM2 Pada bulan Oktober 1999, Fastow mengusul kemitraan LJM kedua, yaitu LJM2 Co-Investment LP (LJM2), yang akan berfungsi sebagai mitra umum melalui perantara untuk mendorong investasi luar hingga $200 juta yang dapat digunakan untuk membeli berbagai asset yang disindikasi oleh Enron. Cara ini, kata Fastow, akan memberikan Enron dana yang dibutuhkan untuk tumbuh dengan cepat dan dengan biaya yang sedikit dibandingkan dengan cara lain. Pada LJM2, masalah yang timbul apakah LJM2 memenuhi syarat untuk nonkonsolidasi. Serangkaian transaksi dilakukan untuk menciptakan keuntungan pada laporan L/R Enron yang didasarkan pada asumsi bahwa LJM2 tidak akan dikonsolidasi berdasarkan aturan 3 persen. LJM2 dan Raptor Raptor tampak seperti akan berhasil, pada bulan Oktober 2000, Fastow melaporkan kepada investor LJM2 bahwa Raptor mendapatkan pengembalian sebesar 193, 278, 2.500, dan 125 persen, di mana jauh melebihi 30 persen imbalan tahunan yang dijelaskan kepada Finance Committee di bulan Mei 2000, dan seperti Enron mempertahankan risiko ekonomi. Meskipun pengaturan tidak transparan digunakan kembali, kekurangan yang ditemukan di pengaturan LJM1 akhirnya menjadi jelas dalam pengaturan LJM2, mencakup: • Enron melindungi nilai diri sendiri sehingga tidak ada lindung nilai ekonomi eksternal yang diciptakan. • Harga saham Enron yang jatuh akhirnya mengikis ekuitas dasar dan kelaikan kredit yang ada, serta Enron harus terlebih dahulu menerbitkan lebih banyak saham treasuri atau opsi saham untuk membeli mereka dengan harg khusus atau menggunakannya dalam pengaturan “costless collar”, semuanya lebih bersifat dilutive terhadap laba per saham Enron. • Keuntungan yang tidak semestinya dicatat pada saham treasuri yang digunakan atau dilindungi oleh lindung nilai yang tidak ada. • Para pejabat Enron dan pembantunya mengambil manfaat bagi diri mereka sendiri. Bulan Agustus 2001 penurunan nilai saham Enron yang mengakibatkan penurunan kredit Raptor, mengharuskan adanya pengiriman saham Enron yang begitu banyak sehingga membuat dilusi laba per saham Enron disadari menjadi terlalu besar untuk dipertahankan. Transaksi anatara Enron dan LJM2 yang memberikan dampak terbesar pada laporan keuangan Enron melibatkan empat SPE yang dikenal sebagai “Raptor”. Memperluas konsep yang mendasari transaksi Rhythms, Enron berusaha menggunakan nilai “tertanam” dari ekuitasnya untuk mengatasi penurunan nilai tertentu investasi pedagangnya. Soal Pertanyaan Jawaban harus didasarkan pada kasus yang disajikan, dan bagian-bagian yang relevan dari Bab2. 1. Pada segmen / bagian manakah usaha Enron mendapatkan kesulitan? Hampir setiap semua segmen operasi mereka tidak benar. Pertama, mereka berlatih praktik yang tidak etis dan tidak jujur yang menjadi korban pekerja, konsumen, pembayar pajak dan pemegang saham. Enron menciptakan kemitraan dalam organisasi mereka sendiri yang menyebabkan mereka menciptakan hokum tiv keuangan baru, yang disebut SPE (entitas bertujuan khusus) yang digunakan untuk memalsukan akuntansi. Enron pertama kali mendapat kesulitan ketika Michael Kopper ditunjuk untuk mengelola Chewco, meskipun ia adalah seorang karyawan Enron yang bekerja untuk Andrew Fastow. Kesulitan yang muncul ketika struktur modal baru untuk Chewco diciptakan termasuk investasi lebih dari $11 juta pada ekuitas yang tidak berasal dari investor luar, tapi berasal dari Donson yang merupakan rekan/partner pinjaman Barclays Bank untuk Kopper/Dodson. 2. Bagaimana keuntungan dibuat dalam segmen operasi ( apakah model bisnis yang dipakai) ? Hal ini terjadi berawal dari besarnya jumlah hutang Enron yang cukup tinggi sampai 75% dari nilai pasar sahamnya, karyawan Enron ditekan untuk membuat ramalan arus kas masa hokum yang sangat tinggi dan tingkat diskonto yang rendah pada hokum mereka, sehingga membuat perusahaan Enron melaporkan nilai hokum dan laba yang tinggi kepada para investor. Hal ini dilakukan untuk mengelabui investor supaya selalu menanamkan modalnya di saham perusahaan Enron. Dengan demikian, harga saham Enron akan naik dan nilai pasarnya meningkat sehingga dapat menutupi nilai hutangnya. 3. Apakah para direktur Enron memahami bagaimana keuntungan dihasilkan disegmen ini ? Mengapa atau mengapa tidak ? Iya, Karena para direktur membiarkan kegitan-kegitan bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh Pihak dalam perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap kepada hokum . 4. Para direktur Enron menyadari bahwa kebijakan konflik kepentingan Enron akan dilanggar oleh manajemen SPE yang diusulkan Fastow dan kesepakatan operasi karena mereka mengusulkan langkah-langkah pengawasan hokum tive. Apakah yang salah dengan pilihan mereka? Mereka membiarkan hal itu terjadi dengan tidak memikirkan masalah yang akan terjadi yang akan menimpa perusahaan enron selain itu mereka juga tidak mematuhi kode etik perusahaan 5. Ken Lay duduk sebagai ketua Dewan dan CEO selama waktu itu. Bagaimana hal ini mungkin memberikan kontribusi pada kurangnya tata kelola yang benar? Dengan 2 rangkap jabatan yang ditangani, Ken Lay kemungkinan tidak dapat mengelola tugasnya dari masing-masing jabatan yang ia kelola langsung secara bersamaan 6. Aspek manakah dari system tata kelola Enron yang gagal untuk bekerja dengan baik? Jelaskan? Manajemen Enron yang tidak terkendali. Hal ini merupakan kesalahan para direktur sendiri, mereka gagal untuk memahami peran mereka yang mencakup tantangan dan siklus kepatuhan, serta mempercayai terlalu banyak ketika mendapat bendera merah tanda peringatan bahwa pertanyaan-pertanyaan harus di tekan dan memberi kepercayaanjabatan kepada Fastow yang terbukti melakukan kecurangan dan membiarkan Ken Lay memiliki 2 jabatan sekaligus 7. Mengapa tidak lebih banyak whistle-blower yang berani bersuara, dan mengapa tidak ada yang membuat perbedaan yang signifikan? Karena kasus enron melibatkan semua pihak internal dan mereka juga dijanjikan keuntungan yang besar dari transaksi-transaksi tersebut Bagaimana cara mendorong whistle blower (agar lebih berani bersuara)? Memberikan pengarahan serta bukti-bukti bahwa transaksi yang dijalankan enron hanya fiktif dan hanya menguntugkan enron 8. Apa yang harus dilakukan oleh auditor internal untuk membantu direktur? Auditor internal bertindak sebagai fidusia professional yang menjaga kepentingan pemegang saham dan Dewan Direksi. 9. Identifikasikan konflik kepentingan dalam: • Berbagai Kegiatan SPE Enron menggunakan SPE untuk mendanai akuisisi cadangan gas dari produsen,sebagai gantinya investor di SPE memperoleh pendapatan dari penjualan cadangan ini.Enron mengungkapkan pada Oktober 2011 bahwa mereka telah melanggar standar yaitu syarat yang pertama terkait SPE dimana setidaknya 3% dari total kewajiban dan ekuitas harus dimiliki oleh investor ekuitas independen. Dengan mengabaikan aturan ini, Enron dapat menghindari laporan konsolidasi dengan SPE. Hasilnya neraca Enron mencatat lebih rendah (understated) jumlah kewajibannya dan mencatat lebih (overstated) ekuitas dan labanya. • Berbagai Kegiatan Arthur Andersen Arthur Andersen, merupakan kantor akuntan hokum tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan, Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis, dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan, sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen, tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. • Berbagai Kegiatan Eksekutif 1. Board of Director (dewan direktur, direktur eksekutif dan direktur non eksekutif) membiarkan kegitan-kegitan bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh Pihak dalam perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap kepada hokum . 2. Salah seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut kepada CEO dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001. CEO Enron menugaskan penasehat hokum perusahaan untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran tersebut tetapi tidak memperkenankan penasehat hokum untuk mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh penasehat hokum tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan. 10. Berapa banyak waktu yang seharusnya dihabiskan oleh seorang direktur Enron untuk urusan Enron setiap bulannya? Berapa banyak dewan direksi perusahaan besar yang seharusnya dilayani oleh seorang direktur? Direktur Enron sebagai bagian dari perusahaan menghabiskan ±160 jam kerja tiap bulannya untuk memenuhi urusan perusahaan. Satu dewan direksi yang dilayani oleh seorang direktur dalam suatu perusahaan besar. Karena umumnya satu perusahaan hanya mempunyai satu dewan direksi, yang terdiri dari sedikitnya satu orang presiden direktur/direktur utama dan satu direktur. 11. Bagaimanakah anda akan menggolongkan budaya perusahaan Enron? Bagaimana budaya itu berkontribusi terhadap bencana yang terjadi? Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.

BETASERON

Keputusan Betaseron (A) Pada tanggal 23 juli 1993, administrasi negara makanan dan obat bersatu (FDA) menyetujui interferon beta-1B (nama merk betaseron ), membuat dalam pengibatan pertama untuk multiple sclerosis untuk mendapatkan [persutujuan FDA pada 25 tahun. Betaseron di kembangkan oleh berlex laboratories, amerika serikat unit schering AG, perusahaan farmasi jerman. Berlex menangani pengembangan klinnis, percobaan, dan pemasaran obat, sementara chiron, sebuah perusahaan bio teknologi berbasis di california, di produksi itu. persetujuan terobosan dari betaseron dwakili bukan hanya kesempatan besar bagi berlex tetapi juga dilema sulit. Tersedia persediaan tidak cukup untuk memenuhi permintaan awal, dan kekurangan yang diperkirankan sampai 1996. Dengan biaya pengembangan mengejutkan, bagaimana berlex mengalokasikan dan harga yang ia obat?? Tantangan Multiple Sclerosis Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit dari sistem saraf pusat yang mengganggu kemampuan otak untuk mengontrol fungsi seperti melihat, berjalan, dan berbicara. Serabut saraf didalam otak dan sumsum tulang belakang dikelilingi oleh myelin, suatu zat lemak yang melindungi serat saraf dengan cara yang sama yang melindungi isolasi kabel listrik. Ketika isolasi myelin menjadi rusak, kemampuan sistem saraf pusat untuk mengirimkan impulse saraf ke otak dan dari otak menjadi terganggu. Dengan multiple sclerosis, ada scleroset (yaitu, scred atau di keraskan) aras dibeberapa bagian dari otak dan sumsum tulang belakang ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang selubung myelin. Gejala-gejala (MS) tergantung sampai batas tertentu pada lokasi dan ukuran scloris tersebut gejala termasuk numbenees, cadel pidato, visi bluerred, kordinasi yang buruk, kelemahan otot, disfungsi kantung kemih, disextrim, kelumpuhan. Tidak cara untuk mengetahui bagaimana penyakit tersebut akan kemajuan untuk setiap individu karena untuk sifat tentu saja dibutuhkan perubahan dari waktu ke waktu. Beberapa orang memiliki program yang relatif jinak(MS), dengan serangan hanya satu atau dua ringan, hampir remisi lengkap dan tidak ada cacat permanen. Orang lain akan memiliki kursus, krosnis progresif mengakibatkan cacat parah. Kelemahan ketiga menampilkan pola paling khas, dengan periode eksaserbasi, ketika pada penyakit aktif, pada pengampunan, ketika gejala surut yang umum nya meninggalkan beberapa kerusakan. Orang dengan MS leve gelar yang sangat tinggi ketidakpastian karena perjalanan penyakit mereka dapat berubah dari satu hari ke hari yang lain. Kemrosotan drama maupun pemulihan dramatis yang tidak bisa. Janji Dari BETASERON Beta Interferon adalah protein alami yang mengatur sistem kekebalan tubuh. Beta seron terdiri dari interferon (yaitu, alpha dan gamma) telah diuji, hanya interferon beta yang telah ditunjukan, melalui uji coba skala besar, unutk mempengaruhi MS. Karena iitu adalah agen Immunoregulatory, diyakini untuk memerangi masalah kekebalan tubuh yang membuat lebih buruk MS. Namun cara yang tepat dimana cara kerja belum ditentukan. Dalam studi klinis, Betaseron ditunjukan untuk mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan eksaserbasi pada pasien MS berjalan dengan bentuk hilang-timbul dari penyakit. Hal itu bukan sebaliknya kerusakan telah dilakukan, juga tidak sepenuhnya mencegah eksaserbasi dari terjadi. Namun, Betaseron secara dramatis dapat meningkatkan kualitas hidup orang dengan MS. Misalnya, orang yang memakai Betaseron ditunjukan untuk memiliki rumah sakit lebih sedikit dan lebih pendek. Betaseron mewakili obat pertama dan hanya memiliki efek pada frekuensi eksaserbasi. Betaseron diberikan subkutan (bawah kulit) setiap hari sendiri injeksi. Dalam rangka untuk mendapat manfaat maksimal dari terapi, adalah penting bahwa pasien MS mempertahankan jadwal rutin suntikan. Beberapa seperti flu efektif samping serta pembengkakkan dan iritasi disekitar suntikan, telah mencacat, namun mereka cenderung menurun dengan waktu pengobatan. Selain itu, satu orang menerima Betaseron melakukan bunuh diri, sementara tiga orang mencoba bunuh diri. Karena MS sering menciptakan depresi, tidak ada cara unutk mengetahui apakah administrasi Betaseron adalah faktor. Terakhir, Betaseron tidak dianjurkan digunakan selama kehamilan. Atas Dilema BETASERON Persetujuan FDA untuk Betaseron diperbolehkan dokter untuk meresepkan obat untuk pasien MS yang ambulatorsy dan memiliki program timbul relappsing MS. Diperkirakan sepertiga dari 300.000 orang dengan MS di Amerika Serikat jatuh ke category itu, sehingga basis klien potensial dari 100.000 namun, proses persetujuan FDA dipercepat mengambil hanya satu tahun, bukan tiga tahun costumary diambil untuk meninjau aplications obat baru, sebagai akibatnya, berlex tidak siap untuk pembuatan dan distribusi dalam jumlah antisipasi dibutuhkan. Chiron Corporation telah membuat obat dlam jumlah kecil untuk penggunaan eksprerimen dan dis tidak memiliki fasilitas manufaktur untuk mengangani ledakan permitaan. Chiron memperkirakan itu obat akan cukup obat selama sekitar 12.000 hingga 20.000 orang pada akhir 1993. Pada akhir 1994, chiron diharapkan mampu menyediakan obat untuk 40.000 pasien. Tergantung pada permintaan, mungkin mengambil sampai sekitar 1996 untuk menyediakan obat untuk semua pasien yang memintanya. Manufaktur diperluas Chiron mewakili satu-satunya pereakilan untuk Berlex, karena proses yang diperlukan untuk perusahaan lain untuk mendapatkan persetujuan FDA untuk memproduksi obat tersebut akan mengambil lebih lama lagi. Selain ketersediaan, harga menjadi masalah karena keberhasilan harus dana kegagalan mewakili hasil tahun mahal, penelitian beresiko oleh ilmuan yang sangat terlatih dalam sarana dan fasilitas modern. Selain itu, obat rekayasa genetika yang sangat mahal untuk memproduksi. Dalam kasus Betaseron, gen interferon manusia itu dimasukan ke prosedur membutuhkan dan biaya yang mahal. Akibatnya, harga Betaseron diharapkan menjadi sekitar $ 10.000 pertahun untuk setiap pasien. Betaseron membawa harapan besar untuk orang dengan MS dan kebingungan besar untuk Berlex. Bagaimana selanjutnya Berlex menangani keterbatasan pasokan, distribusi, dan harga obat ini? Pertanyaan 1. Mengingat kekurangan obat, bagaiman seharusnya berlex memutuskan yang menerima dan yang menunggu? Berikan rencana spesifik ? 2. Bagaimana seharusnya Berlex menangani distribusi logistik? 3. Bagaimanas seharusnya Berlex menentukan harga relatif obat (asumsikan harga obat sekitar $12.000 pertahun)? Jawaban 1. Mengingat kekurangan obat seharusnya berlex memutuskan yang menerima adalah yang mengalami gejala MS. Karna mencegah lebih baik daripada mengobati. Apabila yang didahulukan yang lebih parah maka yang mengalami gejala akan lambat ditangani dan lama kelamaan akan menjadi parah sehingga penderita penyakit ini dikhawatirkan akan semakin bertambah. 2. Sebaiknya berlex menangani distribusi logistik dengan cara mendata terlebih dahulu kebutuhan di setiap bagian, sehingga dapat terpantau penyebarannya. 3. Seandainya berlex mau mengasumsikan harga sebesar itu maka berlex pun harus menjamin kualitas dan ketersediaan dari obat yang akan dijualnya nanti, karena Berlex ingin menaruh harga diatas harga pasarannya. Agar dapat dipercaya oleh para konsumen.

Selasa, 02 Juli 2013

TUGAS CONVERSATION SOFTSKILL

CONVERSATION : A: Good morning mr.B have a seat B: Good morning, thank you A: Tell me about your self ? B: My name is B, I live in depok and I’m 20 years old A: mm.. Please tell me your background education ? B: I graduated from Univ.Gunadarma and my major is accounting and my GPA is 3,5 A: Good, do you have working experience ? B: I worked as a laboratory assistant at my collage for 2 years ago A: why did you quit your last job ? B: Because I graduated from my university and I want to get better job for my self A: ohh… so why do you want to work in this company ? B: Because the distance is near from my house and I want to get new experience in this company A: do have you any question ? B: How about the salary ? A: we will give you 3 million per month B: how about my transportation allowance ? A: you will get a meal and transport allowance and year-end bonus B: how many hours do you expect to me to work ? A : 8 am until 4 pm, do you have other question ? B: No, Thanks A: Thank you for your interest, we will contact you within the next few days B: oke I’ll be ready sir.