Sabtu, 21 Juni 2014


TUGAS 3
AKUNTANSI INTERNASIONAL
1.      Sejauh mana adopsi IFRS telah diterapkan dalam laporan keuangan di Indonesia ?
Indonesia merupakan bagian dari IFAC (International Federation of Accountant) yang harus mengikuti peraturan dari SMO (Statement Membership Obligation), dimana salah satu peraturannya adalah menggunakan IFRS sebagai standar akuntansi.
Lembaga profesi akuntansi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa Indonesia melakukan adopsi penuh IFRS pada tanggal 1 Januari 2012. Tindakan ini dilakukan guna meningkatkan kualitas dari hasil laporan keuangan sehingga akurat dan mudah digunakan oleh penyusun, auditor, maupun pembaca. Indonesia melakukan adopsi terahadap IFRS (international Financial Reporting Standards) melalui 3 tahapan, yaitu:
·         Tahapan Adopsi (2008 – 2011), Meliputi aktivitas dimana seluruh elemen yang terdapat didalam IFRS diadopsi ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, dan evaluasi terhadap PSAK yang berlaku.
·         Tahap persiapan akhir (2011), dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap persiapan infrastruktur yang diperlukan. Selanjutnya, dilakukan penerapan secara bertahap beberapa PSAK yang berbasis IFRS.
·         Tahap Implementasi (2012), berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK ke IFRS secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Sumber : Tampubolon, M.S., 2012, “Alasan perlunya Konvergensi ke IFRS
2.      Bagaimanakah sifat adopsi yang telah dilakukan, apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi) ?
Lembaga profesi akuntansi IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menetapkan bahwa Indonesia melakukan adopsi penuh IFRS pada 1 Januari 2012. Terdapat dua macam strategi adopsi, yaitu big bang strategy dan gradual strategyBig bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara -negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Baskerville (2010) dalam Utami, et al. (2012)  mengungkapkan bahwa konvergensi dapat berarti harmonisasi atau standardisasi, namun harmonisasi dalam konteks akuntansi dipandang sebagai suatu proses meningkatkan kesesuaian praktik akuntansi dengan menetapkan batas tingkat keberagaman. Jika dikaitkan dengan IFRS maka konvergensi dapat diartikan sebagai proses menyesuaikan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terhadap IFRS.
Sumber : Utami, et. al., 2012, ”Investigasi dalam Konvergensi IFRS di Indonesia: Tingkat Kepatuhan      Pengungkapan Wajib dan Kaitannya dengan Mekanisme Corporate Governance”, Simposium Nasional Akuntansi 15, Banjarmasin. Dalam (elraihany.wordpress.com)
3.      Manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi khusunya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya.
Manfaat dari penerapan IFRS secara umum diantaranya adalah:
·         Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan standar akuntansi keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability)
·         Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi
·         Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global
·         Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
·         Meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan cara mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management
Manfaat dari penerapan IFRS dalam bisnis di Indonesia, yaitu:
·         Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global
·         Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar
·         Kinerja keuangan (Lap.labarugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harga fluktuatif
·         Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunaan balance sheet approach dan fair value
Sumber : (http://www.academia.edu)
4.      Buatlah daftar perusahaan – perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia !
·         Perusahaan TELKOM
·         Perusahaan JASA MARGA
·         Perusahaan PERTAMINA
·         Perusahaan ASTRA
·         Perusahaan Tbk yang terdaftar di BEJ (Bursa Efek Jakarta), hampir seluruhnya wajib menggunakan IFRS.
5.      Sajikan Profile Perusahaan – Perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia !
·         Perusahaan TELKOM Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Visi perusahaan ini adalah Menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan TIME dikawasan regional, Misi perusahaan ini adalah Menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif, menjadi modal pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.
·         Perusahaan PERTAMINA Indonesia merupakan perusahaan perminyakan,gas,energi. Visi perusahaan ini adalah menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia, Misi perusahaan ini adalah menjalankan usaha minyak, gas, serta energy baru dan terbarukan secara terintegrasi berdasarkan prinsi-prinsip komersial yang kuat.
·         Perusahaan JASA MARGA Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang transportasi. Visi perusahaan ini adalah menjadi perusahaan pengembang dan operator jalan tol terkemuka di Indonesia, Misi perusahaan ini adalah mewujudkan percepatan pembangunan jalan tol, menyediakan jalan tol yang efisien dan handal, meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa.